• Selasa, 09 Februari 2010
  •                     |                         
  • PR Online
  • Home
  • Pikiran Rakyat Cetak
  •                          |

E-PAPER

  • screenshoot pr cetak

OLE-OLE

 
si kabayan

CUACA BANDUNG

Utara Timur Selatan Barat Tengah
Sumber: BMG Bandung

JADWAL SHOLAT

Bandung & Sekitarnya
Subuh 04:34 WIB
Zuhur 12:06 WIB
Asar 15:23 WIB
Magrib 18:18 WIB
Isya 19:29 WIB

TUNGGU DULU

PENGELOLA program TV I’m a Celebrity...Get Me Out of Here! versi Jerman menghadapi tuntutan hukum atas matinya tiga ikan emas. Gugatan diajukan setelah bintang idola remaja, Daniel Kueblboeck melakukan atraksi menantang menggunakan sejumlah ikan emas dan laba-laba air. Akibat atraksinya itu, tiga ikan emas mati tergencet. Meskipun acara itu memiliki "rating" cukup tinggi, Departemen Kehakiman menegaskan hal itu adalah pelanggaran karena binatang mendapat perlindungan hukum. Atraksi itu telah membuat citra buruk dan mengabaikan martabat manusia. (Ananova)***

Pengakuan PBB Buat Abah Anom

PENGASUH Pontren Suryalaya K.H. Sohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) menerima ucapan selamat dari sejumlah pejabat atas diterimanya penghargaan dari IFNGO PBB terkait pengabdiannya membantu pemulihan korban narkoba, di Pontren Suryalaya Kab. Tasikmalaya, Kamis (8/1).* UNDANG SUDRAJAT/"PR"

BERAWAL dari keprihatinan yang dirasakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Suryalaya K.H. Ahmad Sohibulwafa Tajul Arifin (94), melihat banyaknya anak muda yang terjerumus narkotika, kiai yang akrab dipanggil Abah Anom tersebut mendirikan pondok pesantren khusus yang bernama Inabah.

"Inabah pertama yang didirikan oleh Abah Anom yaitu pada tahun 1980," kata Juru Bicara Pondok Pesantren (Pontren) Suryalaya K.H. Zaenal Abidin Anwar, di Suralaya, Kab. Tasikmalaya, Kamis (8/1).

Setelah melalui berbagai kajian, termasuk seminar pencegahan narkotika di Pontren Suryalaya, akhirnya Abah Anoh berkekuatan hati untuk membuat pondok pesantren khusus bernama Inabah. Arti nama pontren tersebut adalah pengembalian atau pemulihan seseorang dari jalan yang menjauhi Allah ke jalan mendekatkan diri kepada Allah.

Karena keteguhan serta keikhlasan Abah Anom, upaya penyelamatan korban narkoba tersebut akhirnya membuahkan hasil. Mereka yang kecanduan narkoba bisa pulih seperti semula. Dalam pemikiran Abah Anom, orang yang sedang mabuk, yang jiwanya sedang guncang dan terganggu, diperlukan metode pemulihan (inabah).

Mereka yang mengikuti program Inabah harus ikut kegiatan sepanjang 24 jam. Kurikulum pembinaan yang ditetapkan oleh Abah Anom mencakup mandi dan wudu, salat dan zikir, serta ibadah lainnya. Biasanya, waktu pemulihan antara 40 hari sampai 6 bulan

Cara Abah Anom akhirnya berkembang pesat serta banyak dipercaya oleh berbagai pihak, sehingga banyak keluarga yang menitipkan saudara atau anak mereka ke Inabah. Jumlah pondok Inabah sekarang sudah berkembang menjadi 31 pondok, termasuk sembilan di antaranya berada di luar negeri.

Lebih dari 5.000 orang yang kecanduan narkoba, berhasil pulih kembali setelah masuk Inabah. Abah Anom berusaha dengan sabar membina anak-anak yang jadi korban narkoba tersebut.

Setelah 28 tahun berjalan, apa yang dilakukan Abah Anom mendapat pujian dari berbagai pihak. Abah Anom pernah memperoleh penghargaan dari presiden, atas jasanya membantu pemulihan korban narkoba.

Januari 2009, penghargaan piagam emas "Distinguished Service Awards" juga diberikan kepada Abah Anom oleh International Federation of Non-Government Organisations (IFNGO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Piagam emas yang merupakan puncak prestasi tertinggi dalam pengabdian seseorang membantu memulihkan korban narkoba, terlihat dipajang di dinding ruangan tamu rumah Aba Anom.

Piagam tersebut diberikan di Australia oleh Charmain IFNGO Dr. K.C. Lam kepada perwakilan Suryalaya Jakarta, Ir. Ucu Suparta . Apa yang dilakukan Abah Anom dinilai telah menyelamatkan nyawa serta masa depan anak-anak yang jadi korban narkoba.

Hidup normal

Berdasarkan hasil penelitian Dr. Juhaya S. Praja, tahun 1981-1989, sebanyak 93,1% dari 5.845 anak binaan yang mengikuti program di Inabah, bisa dikembalikan ke keadaan semula. Selain itu, mereka dapat kembali hidup di tengah masyarakat dengan normal. Kondisi itu yang membuat berbagai lembaga memberikan penghargaan kepada Abah Anom.

"Kita bersyukur bisa menerima piagam penghargaan dari PBB. Piagam itu merupakan pengakuan dari dunia atas kerja keras yang dilakukan oleh Abah, dalam membantu menangani korban narkoba," kata K.H. Zaenal Abidin Anwar.

Sementara itu, Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Timur Pradopo mengatakan, penghargaan diberikan PBB kepada Abah Anom adalah hal yang luar biasa. Artinya, dunia sudah memberikan penghargaan tentang apa yang telah dilakukan oleh Abah Anom selama ini, dalam pengabdiannya untuk membantu memulihkan korban narkoba.

"Itu luar biasa sekali. Guru besar Abah Anom telah memberikan teladan kepada kita semua. Sekarang, kita semua yang meneruskannya, harus benar-benar menjaga keluarga kita, lingkungan kita dari narkoba," ujar Timur Pradopo saat berkunjung ke Pontren Suryalaya.

Sedangkan Bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim mengatakan, penghargaan dari PBB tersebut merupakan kebanggaan bagi warga Tasikmalaya. Karena terbuki, pengabdian dan kiprah pengasuh Suryalaya telah mendapat pengakuan dari lembaga dunia.

"Saya dan atas nama masyarakat Tasikmalaya benar-benar bangga, dan hal itu menjadi aset kita semua. Apa yang dilakukan oleh Suryalaya benar-benar telah memberikan manfaat dan diakui oleh dunia," kata Tatang, didampingi Ketua DPRD Kab. Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum.

Ucapan serupa dikemukakan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Sosial Brigadir Jenderal Kurdi Mustofa, yang datang ke Suryalaya mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Saya sangat gembira dan bangga terhadap Pontren Suryalaya, yang ternyata memang mampu berbuat banyak untuk masyarakat luas. Sehingga, upaya perang terhadap narkoba dilakukan dengan sepenuh hati. Dengan adanya penghargaan dari PBB itu telah membuktikan kalau keberadaan pesantren ini telah diakui dan tentunya menjadi kebanggaan bagi Indonesia," ujarnya. (Undang Sudrajat/"PR")***

Penulis:
Back