Rudi Kurniawan Ubah Citra "Hacker"
MENJADI juara II nasional dalam Indonesian Security Conference 2008 (Idsecconf), ternyata menimbulkan suka dan duka bagi Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan STMIK AMIK Bandung, Rudi Kurniawan (42). "Saya bangga karena dua mahasiswa STMIK AMIK Bandung meraih juara II, menyisihkan ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Apalagi, panitia hanya menetapkan dua juara, yakni juara I dari UNS Solo Jawa Tengah, dan juara II dari kita," kata pria humoris ini.
Namun, Rudi tak bisa memublikasikan dua mahasiswa tersebut karena mereka termasuk kelompok underground atau hacker. "Ada etika di kalangan hacker, yang tidak mau dipublikasikan karena bergerak secara diam-diam. Tetapi, hacker tidak semuanya jahat," katanya, Kamis (8/1), di ruang kerjanya Jln. Jakarta No. 28 Bandung.
Hacker, kata Rudi, terbagi dalam dua kelompok, yakni black hat (topi hitam) untuk hacker jahat dan white hat (topi putih) bagi hacker yang berperilaku baik. "Ada juga blue hat (topi biru), untuk hacker yang sedang belajar memperdalam ilmunya. Selama ini, hacker identik dengan kejahatan. Padahal, hacker bisa diminta bantuannya untuk memeriksa keandalan keamanan jaringan komputer kita, malah bisa gratis," ucapnya.
Bahkan, kalangan hacker Indonesia berupaya menjaga keamanan situs-situs pemerintah dari serangan hacker luar negeri. "Mereka marah dan muncul nasionalismenya apabila situs-situs pemerintah dibombardir dengan serangan yang merusak," katanya.
Menurut Rudi, pihaknya memiliki CSRG (Computer Security Research Grup), salah satunya mempelajari dunia hacker. CSRG secara rutin mengadakan seminar dan pelatihan keamanan jaringan komputer. (Sarnapi/"PR") ***
Penulis: