Izin Mahasiswa ITB Ditolak Kedutaan AS
BANDUNG, (PR).-
Empat mahasiswa calon delegasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak mendapat izin dari Kedutaan Amerika Serikat (AS) untuk mengikuti Harvard National Model United Nation (HNMUN). Nama dan penampilan, yang merujuk pada identitas Muslim, diduga menghambat pemberian visa oleh Kedutaan AS.
Tahun 2009, ITB mengirimkan dua belas wakil untuk acara tersebut, sedangkan yang diajukan adalah enam belas orang. HNMUN adalah program yang diadakan oleh Universitas Harvard AS dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kegiatan tahunan ini melibatkan 2.600 partisipan dari beragam universitas di dunia untuk membahas isu-isu dan tantangan internasional.
Berbagai agenda yang akan dibahas, antara lain kedamaian dan keamanan, ekonomi, serta hak asasi manusia. Selain ITB, rencananya delegasi dari Universitas Parahyangan Bandung dan Universitas Padjadjaran Bandung, juga tergabung dalam rombongan delegasi. Rencananya, rombongan delegasi tersebut berada di Boston pada 10-20 Februari 2009.
"Memang alasan dari kedutaan tidak jelas. Namun, mahasiswa atas nama Misykat Fahada M. Nur tidak keluar visanya karena namanya sangat Muslim. Selain nama, tampang, penampilan, jenis kelamin, juga memengaruhi," kata Pengawal Delegasi ITB untuk HNMUN yang juga Direktur MBA Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB Dermawan Wibisono seusai pelepasan delegasi ITB ke Boston, AS, untuk mengikuti acara tersebut, Selasa (10/2).
Dalam dua belas rombongan delegasi ITB itu, terdapat dua mahasiswa yang berkerudung. Menurut Dermawan, besar kemungkinan mereka diterima karena jenis kelamin perempuan dinilai tidak terlalu mengkhawatirkan dalam isu terorisme. "Untuk yang laki-laki pun, harus mencukur jenggot jika ingin mengikuti kegiatan itu."
Melalui keterlibatan mahasiswa Indonesia dalam kegiatan internasional tersebut, Dermawan mengharapkan kepercayaan diri mahasiswa meningkat. Sementara itu, mahasiswa yang tidak mendapat izin, Misykat Fahada, mengungkapkan kekecewaannya. "Sedih pasti. Saya termotivasi mengambil MBA di Harvard," katanya. (A-167)***
Penulis: