Rakyat Tahu Mana yang Harus Dipilih
MUSIM kampanye pada pemilu di tingkat mana pun hanya memberi satu pelajaran penting bagi masyarakat Indonesia. Disebut sebagai satu pelajaran karena hanya satu hal itu yang paling diingat oleh masyarakat. Yaitu, saling menjual pencitraan masing-masing (kandidat ataupun partainya). Pelajarannya, yakni jangan terlalu percaya pada orang lain! Walaupun, orang itu orang terhormat sekaliber calon presiden dan wakil presiden.
Dengan demikian, sebetulnya, masyarakat tak kaget dengan peristiwa yang terjadi dalam kampanye pilpres ini. Saling klaim keberhasilan dan menyindir pasangan lain. Walaupun banyak literatur, pemberitaan, catatan, dan suara rakyat di berbagai media, yang meminta keikhlasan para kandidat untuk tidak melakukan hal-hal (yang mereka tahu sendiri bahwa itu perbuatan) keji. Dengan saling menyerang, mulai dari para tim sukses hingga kandidat itu sendiri. Kemudian, mengklaim keberhasilannya sendiri, mengobral janji-janji yang (terlihat) sulit untuk ditepati, dan lain-lain.
Oleh karena itu, saya sangat berharap, Tuhan masih mau melindungi rakyat Indonesia. Di antaranya, dengan mengabulkan doa saya, yaitu agar mereka membaca surat ini dan menyadari perbuatannya lalu merealisasikannya. Kalau saja para kandidat dan tim suksesnya bersikap santun, apa adanya, jangan didramatisasi, tidak agresif, tidak menyerang, tidak takabur dengan keberhasilan, rakyat tahu siapa sebenarnya yang layak dipilih.
Mohon para politisi jangan mengelak dengan beretorika macam-macam tentang tulisan ini. Saya yakin, mayoritas rakyat Indonesia menyetujui apa yang saya katakan. Karena saya tahu, tuntutan semacam ini sungguh sulit dilaksanakan. Kecuali atas kehendak Tuhan dan ada keajaiban.
Reza Sukma Nugraha
Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Jln. A.H. Nasution Cibiru
Bandung
Telf. 085220692811
