• Selasa, 09 Februari 2010
  •                     |                         
  • PR Online
  • Home
  • Pikiran Rakyat Cetak
  •                          |

E-PAPER

  • screenshoot pr cetak

OLE-OLE

 
si kabayan

CUACA BANDUNG

Utara Timur Selatan Barat Tengah
Sumber: BMG Bandung

JADWAL SHOLAT

Bandung & Sekitarnya
Subuh 04:34 WIB
Zuhur 12:06 WIB
Asar 15:23 WIB
Magrib 18:18 WIB
Isya 19:29 WIB

TUNGGU DULU

PENGELOLA program TV I’m a Celebrity...Get Me Out of Here! versi Jerman menghadapi tuntutan hukum atas matinya tiga ikan emas. Gugatan diajukan setelah bintang idola remaja, Daniel Kueblboeck melakukan atraksi menantang menggunakan sejumlah ikan emas dan laba-laba air. Akibat atraksinya itu, tiga ikan emas mati tergencet. Meskipun acara itu memiliki "rating" cukup tinggi, Departemen Kehakiman menegaskan hal itu adalah pelanggaran karena binatang mendapat perlindungan hukum. Atraksi itu telah membuat citra buruk dan mengabaikan martabat manusia. (Ananova)***

Pertanian Berbasis IT

BANDUNG, (PR).-
Kadin Kabupaten Sukabumi mengembangkan sistem pertanian terpadu, dengan basis teknologi informasi. Selain dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan petani, upaya ini diharapkan bisa menjadi model pengembangan ketahanan pangan Jawa Barat.

"Kami mengembangkan ini sudah bertahun-tahun, tetapi mencoba mengintegrasikan sistemnya secara terpadu dengan tambahan teknologi informasi (TI) baru dua tahunan," ujar Ketua Kadin Kabupaten Sukabumi, H.M. Azis, saat ditemui di kantor Kadin Jabar, akhir pekan lalu.

Dikatakan, pihaknya mengembangkan sistem terpadu itu di komunitas petani Sapa (Sentra Pelayanan Agribisnis) di Sukaraja, Sukabumi. Intinya, berbagai kebutuhan petani mulai dari pembiayaan untuk membeli alat dan saprodi (sarana produksi pertanian), pengelolaan pascapanen, dan dukungan sistem informasi ditangani di satu tempat.

Menurut Azis, sejauh ini apa yang menjadi tujuan pengembangan sistem terpadu itu sudah mulai menampakkan hasilnya. Di antaranya peningkatan produksi padi, peningkatan kualitas beras, dan peningkatan taraf hidup petani.

Sementara itu, Ketua Sapa, Luwarso mengatakan, saat ini ada 1.000 ha dan 5.000 petani yang sedang dikembangkan Sapa. Dengan sepuluh tenaga pendamping dan pabrik penggilingan padi berkapasitas 4 ton/hari, petani-petani Sapa sedikit demi sedikit membaik tingkat kesejahteraannya.

Dijelaskan, dengan pengembangan sistem informasi berbasis selular, berbagai kebutuhan petani bisa terukur dengan benar. Misalnya untuk kebutuhan pupuk, dengan kepastian jumlah yang diperlukan, Sapa bisa membeli langsung dari distributor dan petani mendapatkan pupuk dengan harga distributor.

"Untuk kebutuhan pupuk dan benih, petani cukup mengirim SMS ke server sapa. Begitupun untuk mendapatkan informasi harga pupuk, harga gabah, dsb., cukup dengan mengirim SMS. Dengan bantuan dari Fakultas Elektro ITB, tarif SMS di Sapa hanya Rp 9,00 per SMS," katanya.

Sementara itu, Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Sutisno, menyambut baik dan mendukung upaya yang dilakukan Kadin Kab. Sukabumi itu. Dia meyakini jika bersama-sama mendukung penyempurnaan sistem yang sedang dikembangkan Kadin Kab Sukabumi tersebut, Jabar bisa mendapatkan formula yang pas untuk pengembangan pertanian.

"Jika Kabupaten Sukabumi berhasil nantinya, bisa kita bangun model-model serupa di daerah lain," katanya. (A-135)***

Penulis:
Back